Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions)

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions)

Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) dikembangkan oleh Slavin dan merupakan salah satu tipe kooperatif yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai pokok bahasan pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. 

STAD adalah salah satu metode yang dalam pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. 

Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan pembelajaran dimana siswa dibagi dalam tim belajar yang terdiri atas empat atau lima orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan dan jenis kelaminnya (Slavin, 2010: 11). Lebih lanjut Slavin (2010: 140) menjelaskan “Model pembelajaran tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) merupakan variasi pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini merupakan bentuk pembelajaran kooperatif yang banyak diaplikasikan, telah digunakan dalam mata pelajaran mulai dari Matematika, Seni Bahasa, Ilmu Sosial, dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Pembelajaran kooperatif tipe STAD diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok (Trianto, 2007: 52). Dalam STAD, siswa dibagi menjadi kelompok beranggotakan empat orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin, dan sukunya. Guru memberikan suatu pelajaran dan siswa-siswa di dalam kelompok memastikan bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya semua siswa menjalani kuis perorangan tentang pokok bahasan tersebut, dan pada saat itu mereka tidak boleh saling membantu satu sama lain. Tiap siswa harus tahu materinya. Tanggung jawab individual seperti ini memotivasi siswa untuk memberikan penjelasan dengan baik satu sama lain, karena satu-satunya cara bagi tim menguasai informasi atau kemampuan yang diajarkan.

Menurut Slavin (2010:143) mengemukakan bahwa  “STAD terdiri atas lima komponen utama yaitu: presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual, dan rekognisi tim”. Secara rinci, penjelasan dari lima komponen tersebut, adalah sebagai berikut:

Presentasi Kelas
Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. Bedanya presentasi kelas dengan pengajaran biasa hanyalah presentasi tersebut haruslah benar-benar berfokus pada unit STAD. Dengan cara ini, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama prsentasi kelas. Dengan demikian presentasi kelas akan sangat membantu mereka dalam mengerjakan kuis yang diberikan, dan skor kuis mereka akan menentukan skor tim mereka.  

Tim 
Tim atau kelompok terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian kelas. Fungsi utama dari kelompok adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, dan lebih khususnya lagi, adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik. Kelompok adalah fitur yang paling penting dalam STAD. Pada tiap poinya, yang ditekan adalah membuat anggota tim melakukan yang terbaik untuk kelompok, dan kelompok pun harus melakukan yang terbaik untuk membantu tiap anggotanya. 

Kuis
Kuis diberikan setelah satu atau dua periode penyajian pelajaran atau dua periode kegiatan kelompok. Para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis, sehingga tipa siswa bertanggungjawab secara individual untuk memahami materinya.

Skor Kemajuan Individual 
Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan pemahaman kepada tiap siswa tujuan pembelajaran akan dapat dicapai apabila mereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya. 

Rekognisi Tim 
Tim atau kelompok akan mendapatkan sertifikat atau berbentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka dicapai dengan kriteria tertentu.

Tahapan Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
Secara garis besar tahapan-tahapan pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, dibagi menjadi 6 tahapan (Slavin, 2010:147), yaitu:

1. Tahap persiapan
Guru mempersiapkan materi yang dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran secara kelompok.
  • Guru mempersipakan pokok bahasan untuk pembelajaran secara kelompok.
  • Membagi siswa ke dalam kelompok yang beranggotakan 4 atau 5 orang secara heterogen dan kemampuan antar kelompok dengan kelompok lainnya relatif homogen. 
  • Membuat lembaran rangkuman kelompok. Dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini.
  • Membagi siswa ke dalam kelompok dapat dilakukan dengan langkah-langkah, yaitu: Pertama, Memfotokopi lembar rangkuman tim; Kedua, Susun peringkat siswa; Ketiga, Tentukan berdasarkan tim; dan Keempat, Bagikan siswa kedalam tim, dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini.
Tabel 1. Lembar Rangkuman Kelompok
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions)

Keterangan
Rata-rata kelompok di cari dengan cara menjumlahkan skor kelompok dan dibagi dengan jumlah anggota kelompok.

T = Perkembangan siswa





Tabel 2. Pengelompokan Heterogenitas Berdasarkan Kemampuan Akademis
www.detikpendidikan.com/Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions)

2. Tahap penyajian materi
Kegiatan penyajian materi dalam kegiatan pembelajaran kooperatif tipe STAD umumnya melalui pembelajaran langsung. Dalam tahap ini guru memulai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran khusus dan memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep yang akan dipelajari. Kemudian guru memberikan apersepsi dengan tujuan mengingatkan siswa akan materi prasyarat yang telah dipelajari, agar siswa dapat menghubungkan ide-ide yang akan disajikan dengan informasi atau pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya.

3. Tahap kegiatan kelompok
Pada tahap ini guru membagikan bahan pembelajaran yaitu berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) kepada masing-masing kelompok sebagai bahan pembelajaran yang akan dipelajari siswa. Setiap anggota kelompok mempelajari pokok bahasan dan mengerjakan tugas, kemudian siswa saling memberi informasi mengenai hasil pekerjaannya. Dalam hal ini guru bertindak sebagai fasilitator yang memonitoring kegiatan masing-masing kelompok.

4. Tahap tes hasil belajar
Setelah satu atau dua kegiatan kelompok, guru memberikan tes kepada siswa. Tes ini dikerjakan secara mandiri, agar dapat menunjukkan apa yang telah dipelajari secara individual selama bekerja dalam kelompok.

5. Tahap perhitungan skor perkembangan siswa
Tahap perhitungan skor dilakukan dengan cara menghitung skor perkembangan individu dan menghitung skor kelompok. Pertama, menghitung skor perkembangan individu dimulai dari:
  • Guru menentukan skor awal siswa. Skor awal siswa ditentukan oleh guru yang diperoleh dari hasil pretest siswa pada pokok bahasan sebelumnya.
  • Guru menentukan skor perkembangan individu, dapat dihitung dari skor perkembangannya (Slavin, 2010: 159). Skor perkembangan dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut.
Skor Kuis                                                  Skor Perkembangan
Lebih dari 10 poin di bawah skor dasar      0
1 - 10 poin dibawah skor dasar                   10
Skor dasar sampai 10 poin diatasnya          20
Lebih dari 10 poin diatas skor dasar           30                              
Sumber: Ibrahim, dkk. 2000: 57
  • Selanjutnya skor dasar, skor kuis dan skor perkembangan siswa ditulis pada lembar skor kuis yaitu pada tabel skor perkembangan sebagai berikut.
Kelompok : ..................
Tanggal     : ..................
www.detikpendidikan.com/Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions)

Kedua, Menghitung skor kelompok. Dalam menghitung skor kelompok, skor perkembangan setiap anggota kelompok ditulis pada lembar rangkuman kelompok. Selanjutnya, dihitung total skor perkembangan seluruh anggota kelompok sebagai nilai kelompok

6. Tahap penghargaan kelompok
Tiga macam tingkat penghargaan yang diberikan oleh guru, ketiganya didasarkan pada rata-rata skor tim, sebagai berikut.

Rata-rata Kelompok (RK)             Penghargaaan          
15 ≤ RK < 20                                    TIM BAIK
20 ≤ RK < 25                                    TIM SANGAT BAIK
RK ≥ 25                                            TIM SUPER              

Selanjutnya tentang Kelebihan dan Kelemahan Model Kooperatif Tipe STAD
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) Reviewed by Rabudin on May 05, 2019 Rating: 5

No comments:

Silahkan tulis komentar anda pada kolom di bawah. Terima Kasih Telah Berkunjung.

Powered by Blogger.