Model Pembelajaran Concept Sentence (Pengertian, Langkah-langkah, serta Kelebihan dan kelemahan)

Penerapan model concept sentence, pengertian model concept sentence, langkah-langkah model pembelajaran concept sentence, kelebihan dan kelemahan model concept sentence

Model pembelajaran concept sentence merupakan salah satu bagian dari model pembelajaran kooperatif yang dilakukan dengan mengorganisasikan siswa menjadi beberapa kelompok. Model pembelajaran ini menuntut siswa untuk berpikir kreatif. Suprijono (2014: 54) berpendapat bahwa “Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru”. Pendapat lain yang dikemukakan oleh Huda (2013: 32) bahwa “Pembelajaran kooperatif adalah kelompok kecil pembelajar atau siswa yang bekerja sama dalam satu tim untuk mengatasi suatu masalah, menyelesaikan sebuah tugas atau mencapai suatu tujuan bersama”. Jadi, Shoimin (2014: 37) mengemukakan bahwa “Model pembelajaran concept sentence merupakan salah satu model yang dikembangkan dari cooperative learning”. Artinya pembelajaran kooperatif merupakan suatu kegiatan belajar siswa yang dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi siswa dalam sebuah kelompok kecil dengan arahan guru, salah satu model pembelajarannya yaitu model kooperatif tipe STAD

Suprijono (2014: 9) menjelaskan bahwa “Konsep merupakan kata kunci”. Tetapi, tidak semua kata disebut kata kunci jika kata itu tidak bersifat umum dan abastrak. Sesuai dengan pendapat di atas, Arends (2008: 322) mengemukakan “Model concept sentence telah dikembangkan untuk mengerjakan konsep-konsep kunci yang berfungsi untuk siswa berpikir dengan tingkat yang lebih tinggi dan menjadi dasar bagi pemahaman bersama dan komunikasi”. Model pembelajaran  concept sentence merupakan model pembelajaran yang diawali dengan menyampaikan kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyampaikan kata kunci sesuai materi bahan ajar, tiap kelompok membuat kalimat berdasarkan kata kunci. Suprijono (2014: 132) juga menjelaskan bahwa;
Pembelajaran dengan menggunakan model concept sentence dilakukan dengan mengorganisasikan siswa menjadi beberapa kelompok heterogen, kemudian guru menyajikan beberapa kata kunci sesuai dengan materi yang telah disampaikan sebelumnya. Kata kunci tersebut nantinya digunakan oleh siswa untuk menyusun kalimat dengan didiskusikan bersama anggota kelompok. 
Huda (2013: 315) juga memberikan penjelasan bahwa “Concept sentence merupakan strategi pembelajaran  yang  dilakukan dengan  memberikan  kartu-kartu yang  berisi beberapa  kata kunci kepada siswa, kemudian kata-kata kunci tersebut disusun  menjadi beberapa  kalimat dan dikembangkan menjadi paragraf”. Pembelajaran concept sentence dilakukan oleh guru dengan memberikan kata kunci kepada siswa, kemudian dari kata kunci tersebut disusun menjadi beberapa kalimat dan dikembangkan menjadi paragraf-paragraf. Model ini dilakukan dengan membentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan.

Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model concept sentence merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dilakukan dengan menyajikan kartu kata. Kartu kata tersebut disusun menjadi beberapa kalimat dan menjadi sebuah paragraf. Model concept sentence tepat diterapkan dalam pembelajaran menulis dan mengaktifkan siswa dalam kelompok.

Saat proses pembelajaran, diperlukan adanya langkah-langkah yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Langkah-langkah  pembelajaran  yang tepat  juga  sangat  menentukan  keberhasilan suatu model pembelajaran. Huda (2013: 316) mengemukakan langkah-langkah model concept sentence sebagai berikut.
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
  2. Guru menyajikan materi terkait dengan pembelajaran secukupnya.
  3. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen.
  4. Guru menyajikan beberapa kata kunci sesuai dengan materi yang disajikan.
  5. Setiap kelompok diminta untuk membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci yang diberikan.
  6. Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh guru.
  7. Siswa di bantu oleh guru memberikan kesimpulan.

Langkah-langkah model pembelajaran concept sentence di atas dilaksanakan secara sistematis, terstruktur dan dengan konsep yang tepat agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sehingga terciptalah suasana belajar yang kondusif, aktif, efektif, dan menyenangkan.

Tiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, demikian pula dengan model pembelajaran concept sentence. Menurut Huda (2013: 317), beberapa kelebihan model pembelajaran concept sentence sebagai berikut:
  1. Meningkatkan semangat belajar siswa; 
  2. Membantu terciptanya suasana belajar yang kondusif;
  3. Memunculkan kegembiraan dalam belajar;
  4. Mendorong dan mengembangkan proses berpikir kreatif; 
  5. Mendorong siswa untuk memandang sesuatu dalam pandangan yang berbeda; 
  6. Memunculkan kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik; 
  7. Memperkuat kesadaran diri; 
  8. Lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran;
  9. Siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai.

Kelebihan pembelajaran dengan menggunakan model concept sentence secara lebih jelasnya yaitu dapat meningkatkan semangat belajar siswa karena dengan metode baru siswa menjadi lebih bersemangat, dan kebanyakan siswa menyukai serta tertarik dengan hal-hal baru. Penggunaan tipe model pembelajaran ini membantu  terciptanya suasana  belajar yang  kondusif  yaitu kondisi kelas menjadi terkendali sehingga penyerapan materi pembelajaran menjadi lebih baik. Pembelajaran dengan model concept sentence ini juga memunculkan kegembiraan dan menyenangkan dalam belajar karena pembelajaran dikemas seperti sebuah permainan kuis sehingga siswa menjadi lebih senang dan bergembira.

Model pembelajaran concept sentence tidaklah hanya memiliki kelebihan saja, melainkan terdapat juga kelemahannya. Adapun kelemahan Model pembelajaran ini menurut pendapat Huda (2013: 317) adalah sebagai berikut:
  1. Hanya untuk mata pelajaran tertentu
  2. Kecendrungan siswa-siswa yang pasif untuk mengambil jawaban dari temannya.

Hasil Penelitian dari Skripsi Model Pembelajaran Concept Sentence yang dapat dijadikan Penelitian Relevan 
Hasil penelitian terdahulu yang relevan atau berhubungan dengan penelitian yang dilakukan oleh anda sebagai peneliti, antara lain adalah penelitian yang dilakukan oleh Desi Cahya Rachmawati tahun 2015, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Concept Sentence terhadap  Kemampuan  Menulis  Deskripsi Sederhana Peserta Didik Tunarungu Kelas VII. Persamaan penelitian Desi Cahya Rachmawati dengan penelitian ini adalah menjadikan model pembelajaran concept sentence sebagai variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat yaitu kemampuan menulis. Perbedaannya adalah penelitian Desi Cahya Rachmawati tentang pengaruh model pembelajaran concept sentence terhadap  kemampuan  menulis  deskripsi sederhana peserta didik tunarungu Kelas VII, sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti tentang pengaruh model pembelajaran concept sentence terhadap kemampuan menulis teks anekdot siswa kelas X SMA Negeri 1 Pemangkat Kabupaten Sambas. Penelitian Desi Cahya Rachmawati ini menunjukkan adanya pengaruh model  pembelajaran Concept Sentence terhadap kemampuan menulis deskripsi peserta didik tunarungu. Pengaruh model pembelajaran Concept Sentence pada kemampuan menulis deskripsi peserta tunarungu  mengalami peningkatan. Kemampuan menulis deskripsi peserta didik  tunarungu  pada kondisi baseline 1 (A1) berkisar antara 30%-47%. Pada kondisi intervensi (B) mengalami peningkatan berkisar antara 60%-80%. Sementara itu, persentase overlap menunjukkan hasil 0% yang berarti bahwa intervensi  yaitu  model  pembelajaran Concept Sentence memiliki pengaruh yang baik terhadap kemampuan  menulis  deskripsi  peserta  didik tunarungu.

Penelitian relevan berikutnya adalah penelitian Murni Harahap tahun 2013 dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Concept Sentence Terhadap Kemampuan Menulis oleh Siswa Kelas X SMA Swasta YASPENDA Pulau Rakyat Tahun Pembelajaran 2012/ 2013. Simpulan dari hasil perhitungan uji t diperoleh t hitung lebih kecil daripada t tabel yaitu 2,032 < 2,726 pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis penelitian, yakni “Kemampuan menulis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran concept sentence lebih baik daripada kemampuan menulis siswa yang diajar tanpa menggunakan model pembelajaran concept sentence”. Dengan demikian, bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran concept sentence terhadap kemampuan menulis siswa kelas X SMA Swasta YASPENDA Pulau Rakyat Tahun Pembelajaran 2012/2013.
Model Pembelajaran Concept Sentence (Pengertian, Langkah-langkah, serta Kelebihan dan kelemahan) Model Pembelajaran Concept Sentence (Pengertian, Langkah-langkah, serta Kelebihan dan kelemahan) Reviewed by Rabudin on May 16, 2019 Rating: 5

No comments:

Silahkan tulis komentar anda pada kolom di bawah. Terima Kasih Telah Berkunjung.

Powered by Blogger.