Kelebihan dan Kekurangan serta Teori yang Melandasi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Kelebihan dan Kekurangan serta Teori yang Melandasi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD adalah pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dengan menggunakan kelompok kecil antara 4-5 orang yang memiliki kemampuan yang berbeda, menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran untuk menuntaskan materi pembelajaran, kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pembelajaran dan terdapat penghargaan kelompok dimana keberhasilan kelompok tidak terlepas dari keberhasilan masing-masing individu dalam kelompok, sehingga kedua-duanya memiliki saling keterkaitan antara individu dan kelompok.

Tidak ada model pembelajaran yang sempurna, setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan sudut pandang dari pengamat model pembelajaran tersebut. Untuk kelebihan dan kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dituliskan sebagai berikut:

Kelebihan Model STAD menurut Slavin (Karmawati, 2009) sebagai berkut:
  1. Siswa bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok.
  2. Siswa aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama.
  3. Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok.
  4. Interaksi antar siswa seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat.

Sedangkan kekurangan dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Dess (Karmawati, 2009) adalah sebagai berikut:
  1. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk siswa sehingga sulit mencapai target kurikulum.
  2. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk guru sehingga pada umumnya guru tidak mau menggunakan pembelajaran kooperatif.
  3. Membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru dapat melakukan pembelajaran kooperatif.
  4. Menuntut sifat tertentu dari siswa, misalnya sifat suka bekerja sama.

Menurut Karmawati (2009) kekurangan-kekurangan yang ada pada pembelajaran kooperatif masih dapat diatasi atau diminimalkan, dengan cara sebagai berikut:
  1. Penggunaan waktu yang lebih lama dapat diatasi dengan menyediakan lembar kegiatan siswa (LKS) sehingga siswa dapat bekerja secara efektif dan efisien.
  2. Pembentukan kelompok dan penataan ruang kelas sesuai kelompok yang ada dapat dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Dengan demikian, dalam kegiatan pembelajaran tidak ada waktu yang terbuang untuk pembentukan kelompok dan penataan ruang kelas.
  3. Pembelajaran kooperatif memang memerlukan kemampuan khusus guru, namun hal ini dapat diatasi dengan melakukan latihan terlebih dahulu.
  4. Memberikan pengertian kepada siswa bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu, siswa merasa perlu bekerja sama dan berlatih bekerja sama dalam belajar secara kooperatif. 

Bagiaman dengan Teori Pembelajaran yang Melandasi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD?
Teori belajar konstruktivisme merupakan teori pedekatan yang  melandasi pembelajaran kooperatif. Menurut pandangan konstruktivisme, pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya (Trianto, 2007:41). Berbeda dengan aliran behavioristik yang memahami hakikat belajar sebagai kegiatan yang bersifat mekanistik antara stimulus respon, sedangkan kontruktivisme lebih memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun atau menciptakan pengetahuan dengan memberi makna pada pengetahuannya sesuai dengan pengalamanya.

Teori belajar konstruktivisme, menyatakan pengetahuan itu tidak dapat dipindahkan begitu saja dari pikiran guru ke pikiran siswa. Artinya, bahwa siswa harus aktif secara mental membangun struktur pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya. Dengan kata lain, siswa tidak diharapkan sebagai botol-botol kecil yang siap diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan sesuai dengan kehendak guru (Lie, 2004:11). Tokoh yang berperan pada teori ini adalah Jean Piaget dan Vygotsky. Teori belajar kognitif Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang dimilikinya. Lebih jauh Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang, melainkan melalui tindakan. Sehingga peranan guru dalam pembelajaran menurut teori kontruktivisme adalah sebagai fasilitator atau moderator. Sedangkan teori belajar menurut Vygotsky, konstruktivisme adalah interaksi antara aspek internal dan ekternal yang penekanannya pada lingkungan sosial dalam belajar.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa teori kontruktivisme adalah sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari yang lebih menekankan bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi siswalah yang harus membangun sendiri pengetahuan didalam benaknya.
Kelebihan dan Kekurangan serta Teori yang Melandasi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelebihan dan Kekurangan serta Teori yang Melandasi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Reviewed by Rabudin on May 05, 2019 Rating: 5

No comments:

Silahkan tulis komentar anda pada kolom di bawah. Terima Kasih Telah Berkunjung.

Powered by Blogger.